
Samsul Huda, alumnus SMK Negeri 1 Blitar, Jawa Timur, berhasil mematahkan anggapan kalau lulusan SMK umumnya tak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena akan langsung bekerja. Samsul kini berhasil menyandang gelar doktor di usia muda dan menjadi inspirasi bagi siswa SMK bahwa kesuksesan bisa menjadi milik siapa saja yang berusaha. Saat SMK, Samsul menempuh pendidikan vokasi pada bidang keahlian teknik audio video yang berada di bawah departemen elektro.
“Jurusan ini adalah jurusan yang khusus mempelajari bagaimana memperbaiki reparasi peralatan rumah tangga. Selain belajar teori dan produktif, ia juga diwajibkan magang atau praktik kerja industri yang dilaksanakan di tahun kedua,” ujar Samsul pada “Bincang Santai Vokasi Hebat” yang diselenggarakan oleh Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya beberapa waktu lalu, seperti dilansir dari laman Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Ia bercerita, selama belajar di SMK, program yang diterapkan selama satu semester dibagi antara pemenuhan mata pelajaran teori dengan produktif, yaitu praktik di bengkel.
Di tahun pertama dan kedua, lanjut Samsul, SMK Negeri 1 Blitar membekalinya dengan pembelajaran bagaimana membaca komponen dan resistor. Kemudian di tahun ketiga, pencapaian paling tinggi pada saat itu adalah bagaimana bisa mereparasi televisi. Samsul pun terus berupaya untuk mengulik pendidikan vokasi melalui beasiswa Bidikmisi, dirinya dapat melanjutkan kuliah vokasinya di Jurusan Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Surabaya (PENS). “Ketika SMK itu inginnya setelah lulus, langsung bekerja. Artinya, anggapan kita biaya untuk sekolah itu bisa sampai saya lulus. Alhamdulillah, ketika saya lulus SMK tahun 2010 itu muncul Bidikmisi yang diinisiasi oleh Pak Susilo Bambang Yudoyono dan Muh.Nuh. Dengan beasiswa Bidikmisi ini saya dibiayai total. Untuk saat ini, program Bidikmisi tersebut dialihkan menjadi KIP Kuliah,” ungkap Samsul.
